Penyakit TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
Tubercolosis, kebanyakan TBC menyerang paru-paru, tetapi dapat juga
menyerang bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, selaput
otak, kulit, tulang dan bagian tubuh lainnya.
TBC bukan merupakan penyakit keturunan, dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna.
Bagaimana Mengetahui seseorang menderita TBC ?
Seseorang dicurigai menderita TBC bila menunjukkan gejala batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, kadang-kadang dahaknya bercampur darah.
Selain itu dapat pula disertai gejala sebagai berikut :
- Sesak nafas dan nyeri dada
- berkeringat pada malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan.
- badan lemah, rasa kurang enak badan, demam meriang lebih dari sebulan.
- berat badan dan nafsu makan menurun.
- Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang didalamnya mengandung kuman tuberkolosis.
- Jika didalam dahak seseorang ditemukan kuman Kuman TBC, berarti orang tersebut pasti menderita penyakit TBC yang sangat menular.
- Penularan penyakit TBC terjadi dari satu orang ke orang lain, bukan melalui serangga, transfusi darah, air susu ibu ataupun melalui alat makan minum penderita.
- Bila penderita batuk atau bersin kuman yang ada didalam paru-parunya akan menyebar ke udara.
- penularan terjadi jika seseoang mengirup udara yang mengandung kuman TBC.
- TBC dapat menyerang siapa saja ( Tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin ,kaya) meskipun golongan darahnya berbeda dengan penderita.
- Untuk mengetahui seseorang menderita TBC harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan mikroroskop terhadap orang yang dicurigai menderita TBC.
- Seseorang dipastikan menderita TBC jika ditemukan kuman TBC dalam dahaknya.
- bila dalam dahaknya tidak ditemukan adanya kuman TBC, sedangkan gejalanya mengarah ke TBC dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan sinar Rontgen ( Ro ).
- Bila pemeriksaan sinar Rontgen hasilnya positif, maka orang itu dinyatakan sebagai penderita TBC Ro positif.
- Pengobatan penderita diberikan sesuai anjuran petugas kesehatan.
- Pengobatan dilakukan 2 tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan.
- Pada tahap awal, satu papan obat ( Blister ) diminum sekaligus setiap hari.Lama pengobatan tahap awal diberikan 2 atau 3 bulan tergantung berat ringannya penyakit.
- Pada tahap lanjutan, satu papan obat (blister) diminum sekaligus 3 kali seminggu.Lama pengobatan diberikan 4 atau 5 bulan tergantung berat ringannya penyakit.
- Puskesmas
- Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4)
- Rumah sakit
- Klinik dan Dokter Praktek Swasta

0 comments:
Post a Comment